Untuk #Purworejo Kotaku Yang Berulang Tahun Ke 1111

logo kabupaten purworejo
#Purworejo kotaku kini semakin sepuh saja Engkau. Hari ini tentu orang-orang yang terlahir di tanah Purworejo pastilah merasa bangga dan sebagian mungkin bersikap dingi alias biasa-biasa saja.#Purworejo kini berusia 1111 tahun.  Bahkan apa yang aku ketahui #Purworejo adalah kota tertua di Indonesia. Dan dulu pernah aku baca di sebuah majalah lokal #purworejo ada yang memberi gelar S3 alias "Sudah Sangat Sepuh".

Tercatat dalam sejarah 5 Oktober ditetapkan menjadi hari jadi kabupaten Purworejo. 1111 tahun yang lalu terjadi suatu peringatan acara besar yaitu Pematokan (peresmian) tanah perdikan (Shima) Kayu Ara Hiwang dilakukan oleh seorang pangeran, yakni Dyah Sala (Mala), putera Sang Bajra yang berkedudukan di Parivutan. Disaksikan oleh berbagai tokoh daerah dan tersebut nama Sang Ratu Bajra, yang diduga adalah Rakryan Mahamantri/Mapatih Hino Sri Daksottama Bahubajrapratipaksaya atau Daksa yang konon adalah adik ipar Rakal Watukura Dyah Balitung.

Pematokan tersebut menandai, desa Kayu Ara Hiwang dijadikan Tanah Perdikan (Shima) dan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak, namun ditugaskan untuk memelihara tempat suci yang disebutkan sebagai “parahiyangan” atau para hyang berada.

Dalam peristiwa tersebut dilakukan pensucian segala sesuatu kejelekan yang ada di wilayah Kayu Ara Hiwang yang masuk dalam wilayah Watu Tihang.
“ … Tatkala Rake Wanua Poh Dyah Sala Wka sang Ratu Bajra anak wanua I Pariwutan sumusuk ikanang wanua I Kayu Ara Hiwang watak Watu Tihang …”

Wilayah yang dijadikan tanah perdikan tersebut juga meliputi segala sesuatu yang dimiliki oleh desa Kayu Ara Hiwang antara lain sawah, padang rumput, para petugas (Katika), guha, tanah garapan (Katagan), sawah tadah hujan (gaga).
Disebut-sebutnya “guha” dalam prasasti Kayu Ara Hiwang tersebut ada dugaan, bahwa guha yang dimaksud adalah gua Seplawan, karena di dekat mulut gua Seplawan memang terdapat bangunan suci Candi Ganda Arum, candi yang berbau harum ketika yoninya diangkat. Sedangkan di dalam gua tersebut ditemukan pula sepasang arca emas dan perangkat upacara.

Sehingga lokasi kompleks gua Seplawan di duga kuat adalah apa yang dimaksud sebagai “parahyangan” dalam prasasti Kayu Ara Hiwang. Upacara 5 Oktober 901 M di Boro Tengah tersebut dihadiri sekurang-kurangnya 15 pejabat dari berbagai daerah, antara lain disebutkan nama-nama wilayah: Watu Tihang (Sala Tihang), Gulak, Parangran Wadihadi, Padamuan (Prambanan), Mantyasih (Meteseh Magelang), Mdang, Pupur, Taji (Taji Prambanan) Pakambingan, Kalungan (kalongan, Loano). Kepada para pejabat tersebut diserahkan pula pasek-pasek berupa kain batik ganja haji patra sisi, emas dan perak.

Hingga kini , 5 Oktober ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Purworejo. Meskipun ada sebagian yang menyangsikan sejarah tersebut. Bisa dimaklumi umur 1111 tahun adalah sangat tua untuk ukuran suatu pemerintahan.

Lalu hal apa yang paling penting sekarang? bagiku adalah bagaimana mewujudkan Moto Kabupaten #purworejo itu sendiri yaitu sebagai Purworejo Berirama yaitu Bersih Indah Rapi Aman dan Makmur.Karena hingga kini #Purworejo masih menjadi kabupaten yang memliki Pendapatan Daerah Asli yang kecil dibanding dengan kabupaten-kabupaten daerah yang lain.

Maka, #Purworejo harus memiliki pemimpin-pemimpin yang jujur dan amanah yang mampu mengemban tugas dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan #purworejo yang aman dan makmur serta religius.

Salah satu Pekerjaan Rumah bersama adalah mengenai lapangan pekerjaan di #Purworejo yang sangat minim. Sehinga menyebabkan para generasi muda banyak yang mencari lapangan pekerjaan di daerah lain seperti ibukota #jakarta ,bandung ,Surabaya atau bahkan menjadi TKI atau TKW. Ini menandakan bahwa #Purworejo belum bisa dikatakan sepenuhnya mamkmur. Inilah Pekerjaan Rumah bagi kita semua warga #purworejo.

Pekerjaan Rumah yang lain adalah pada sektor pariwisata yang belum digarap secara optimal. Lihat saja obyek-obyek wisata yang ada di #Purworejo yang masih memprihatinkan. Hal ini karena pengelolaan yang kurang optimal. Aku yakin jika digarap secara serius sektor pariwisata Purworejo akan semakin baik.

Dan tentu masih banyak Pekerjaan Rumah yang lain yang harus digarap secara serius oleh pemerintah daerah kabupaten #purworejo. Semoga dengan angka istimewa 1111 mampu menyihir warga #Purworejo untuk bangkit bersama-sama mewujudkan #Purworejo yang benar-benar berirama. Semoga semakin banyak generasi-generasi muda #Purworejo yang menjadi pemimpin yang Jujur dan amanah dalam mengemban tugasnya. Semoga bermunculan pengusaha-pengusaha muda sehingga tercipta lapangan kerja baru dan tentu akan mengurangi pengangguran dan menekan angka kemiskinan. Amin.

#Yogyakarta, 5 Oktober 2012 11:16 wib