Satu Jam Bersama Aroma Wangi Bunga Anggrek

Sehabis mahrib,bunga anggrek menebar aroma wangi. Hanya kepada saya wangi itu tertuju. Dan detak jantungku berdetak kencang. Entah mengapa setiap kuhirup wangi anggrek itu,suasana hati seperti tersayat. Dan terkadang air mata seakan keluar dan jatuh ke bumi.

Kisah aroma wangi bunga anggrek itu sudah pernah terjadi berkali-kali. Bukan pada waktu itu saja. Kadang wangi menebar hanya sesaat,dan kadang sangat lama. Sehingga kadang aku lupa akan rumah baru yang beberapa bulan kutempati. Ah,ini aku pikir sangat memilukan dan mengiris perih hati.

Memang,kenyataan demikian. Perih itu adalah luka lama yang hingga kini belum menemukan obat mujarab. Apakah aroma wangi bunga itu adalah sebuah obat? Aku tak tahu.

Aroma bunga anggrek itu mengirim suatu pesan kepadaku.bahwa esok pagi akan menjelma dalam bentuk sebenarnya. Ah,masak iya. Lalu harus seperti apa aku mempersiapkan hari perjumpaan esok hari? Sebenarnya kecewa,ketika pesan itu mengisyaratkan akan menjelma dalam sekejap saja. Padahal hati ini inginkan aroma yang lebih lama. Barangkali suara rindu yang mengharuskan seperti itu.


Tapi,sudahlah. Biarlah sekehendak hati bagaimana aroma itu akan menebar. Karena kenyataan aroma itu hanya sesaat meski pernah menyayat di waktu lampau. Biarlah menjadi kenangan indah.


Bunga anggrek kau kenangan dalam ruang hidupku. Kenangan yang akan tersimpan dihati. Meski kau tak pernah menyadari. Esok pagi kau adalah kenangan. Kunikmati apa adanya bagaimana wangimu.


Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network