Menikmati ( Kembali ) Goa Seplawan Bersama Vistapura #2 Blogger Purworejo

 Berkunjung ke Kawasan Goa Seplawan bagi saya tak pernah membosankan. Mungkin saya sudah puluhan kali berkunjung ke Goa yang menakjubkan itu. Dulu Pertama kali saya berkunjung ke goa Seplawan ini ketika saya mengikuti diklat pecinta alam Bawana SMK n1 Purworejo tahun 2001,dan waktu itu justru datang di malam hari. Berkegiatan selama 2 malam 3 hari sungguh mengesankan, selain karena daerahnya sejuk juga bisa menikmati pemandangan yang indah. Sejak saat itu hampir tiap tahun saya pasti mengunjungi ke Kawasan Goa Seplawan yang berada di sekitar ketinggian 900 MDPL .


 Minggu kemarin (28/10), bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda saya mengunjungi  seplawan kembali. Kunjungan Kali ini saya  bersama teman-teman komunitas Blogger Purworejo dalam agenda Vistapura singkatan dari Visit Wisata Purworejo Berirama. Agenda ini merupakan bentuk kepedulian dari wong pordjo (Orang Purworejo) terhadap pariwisata di daerah Purworejo dalam bentuk kunjungan kemudian mereview hasil kunjungan tersebut di blog masing-masing blogger dan juga di website utama komunitas yaitu di bloggerpurworejo.org.

Ada banyak perubahan di GOA SEPLAWAN terutama pada fasilitas, kini sudah ada tambahan fasilitas Toilet. Serta adanya papan petunjuk yang sudah berganti baru. Di Goanya sendiri pada area kolam air/ mesin pompa sudah ada dibuatkan tangga untuk masuk Ke ruang goa berikutnya. Dan juga untuk beberapa titik juga sudah dipasang tangga dari beton untuk mempermudah pengunjung turun atau naik ke ruang ruang goa berikutnya.



Selain itu,saya amati juga mengenai kebersihan lingkungan kawasan Goa Seplawan juga tetap terawat dan selalu bersih seperti dulu. Apalagi di area gardu pandang tumbuhan Pinus juga sudah tumbuh tinggi dan menjadikan kawasan semakin sejuk dan indah. Area tempat parkirpun juga semakin luas dan ini akan mendukung daya tampung kendaraan pengunjung yang didominasi oleh kendaraan roda dua.

Sayangnya,pada waktu itu saya tak bisa ikut hingga selesai acara Vistapura #2 Goa Seplawan yang terletak di Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing itu. Pukul setengah satu siang saya harus pulang lebih dulu karena sudah ada acara berikutnya. Seandainya saja berangkat ke seplawan sesuai rencana pukul 9 pagi ,mungkin saya bisa menikmati keindahan pemandangan melalui gardu pandang.

Karena melalui gardu pandang ini bisa menikmati pemandangan alam wilayah Kulonprogo yang masuk wilayah Yogyakarta seperti waduk Sermo dan juga pantai selatan. Bahkan jika naik ke salah satu bukit di kawasan goa itu, pengunjung bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing dan Sindoro dan juga Gunung Slamet. Namun, gunung-gunung itu hanya bisa dilihat pada pagi hari. Maka, banyak para pengunjung yang camping di Seplawan sehingga pada pagi harinya bisa melihat keindahan alam dari kawasan Seplawan itu.




Tapi, tak mengapa setidaknya saya masih bisa menikmati Maha Karya Sang Pecinta di Perut bumi yang memiliki beragam keindahan . Dalam goa itu banyak terdapat Stalakmit dan stalaktit yang indah menawan. Di bagian yang lain ada juga tetesan tetesan air yang menetes dari langit langit goa sehingga seperti gerimis. Bahkan ada jalur yang bawahnya semua berair seperti aliran sungai. Jika dalam kondisi pada musim hujan maka aliran sungai akan lebih deras dan bisa mencapai di atas mata kaki hingga setinggi lutut tentu sangat mengasyikkan.

Bahkan saya pernah juga menelusuri jalur goa seplawan yang non pariwisata sangat indah sekali. Jalur non pariwisata itu belum ada penerangannya dan lokasi cenderung banyak lumpurnya,oleh karena itu sering disebut dengan istana lumpur. Jika mau masuk kesana harus bawa penerangan sendiri yang memadai dan bersiaplah untuk bermain dengan lumpur yang lembut goa seplawan.

 Sebenarnya selain goa seplawan masih banyak juga goa-goa yang lain yang tersebar di daerah desa Donorejo dan desa desa lain. Hanya saja yang masih cocok untuk pariwisata hanya Goa seplawan.Kawan saya dari suatu mapala pernah menunjukkan kepada saya hasil survey dan pemetaan goa-goa di kawasan tersebut termasuk goa seplawan,dan hasilnya pada goa seplawan ternyata memiliki banyak cabang baik yang berupa  vertikal maupun horisontal.

Saya dan rombongan dari blogger purworejo waktu itu hanya menulusuri goa seplawan pada jalur pariwisata saja yang sudah ada penerangannya. Padahal rencananya saya ingin mengajak masuk ke Ruang yang disebut istana lumpur yang masih tergolong horisontal yang ornamen ornamen goanya lebih bagus. Namun karena kurang peralatan pendukung akhirnya batal.


 Menulusuri goa seplawan butuh waktu sekitar 30-60 menit bahkan bisa lebih. Didalam goa kita bisa berfoto-foto dengan background ornamen ornamen yang bagus. untuk jalur pariwisata memiliki panjang sekitar  750 meter,lumayan cukup panjang. Namun,ada hal yang sangat mengecewakan karena ulah para pengunjung yang suka corat coret di dalam goa. Karena hal ini akan mengurangi nilai keindahan goa.

Selesai kami menulusuri goa dan keluar dari goa ,saya memutuskan untuk menuju ke warung untuk menikmati segelas kopi dan juga salah satu makanan khas di goa seplawan yaitu gembel. Cemilan ini cireng hanya saja didalamnya ada tempenya. Gembel ini makanan yang cocok sebagai pendamping kopi selain tahu atau tempe goreng. Segelas kopi harganya hanya dua ribu rupiah cukup murah untuk suatu kawasan obyek wisata. Bahkan untuk tiket masuk hanya seharga Rp.6000 sudah termasuk biaya parkir motor.



15 menit saya bersantai di warung sambil ngobrol sama pemilik warung Sambil menunggu rekan rekan yang tampaknya masih ingin mengabadikan keindahan keindahan di kawasan goa seplawan. Karena saya masih ada keperluan,saya pamit kepada rombongan vistapura blogger Purworejo untuk pulang lebih awal.

Bagi anda yang suka akan wisata alam, Goa seplawan bisa enjadi alternatif kunjungan anda berikutnya. Untuk menuju ke goa seplawan sangat mudah. Dari kota Purworejo anda harus menuju jalan raya Cangkrep -Kaligesing  Di beberapa titik lokasi sudah banyak arah penunjuk menuju goa seplawan,jadi jika anda baru kesana harus perhatikan rambu rambu / plang goa seplawan, dan tentu jangan segan untuk bertanya jika alami kesulitan.




Mengunjungi obyek wisata goa seplawan selain wisata alam juga bagian dari wisata sejarah atau budaya. Karena dengan ditemukannya arca patung emas Dewa Siwa dan Dewi Parwati yang memiliki kadar emas 22 karat setinggi 9 cm dengan berat 1,5 kg.  Arca itu merupakan peninggalan pada zaman Hindu Siwa. Kini arca tersebut disimpan di Museum Nasional. Sebagai gantinya , Pemerintah membangun replika arca didepan mulut goa, replika itu ukurannya lebih besar dari yang sebenarnya sehingga menyerupai monumen. Ini membuktikan bahwa dahulu goa seplawan sudah digunakan untuk aktifitas oleh pemeluk agama hindu.

Anda tertarik untuk mengunjunginya? Jika berminat saya bisa menemani anda. Atau anda ingin ikut kegiatan Vistapura berikutnya. Insya Allah vistapura akan terus diadakan dan juga akan mengadakan program-progam yang lain. JIka anda ingin tahu tentang vistapura lebih lanjut silahkan buka di www.bloggerpurworejo.org .
Semoga info ini bermanfaat bagi anda!


Yogyakarta, 31 Oktober 2012 11.51


Budi Seplawan